Tampilkan postingan dengan label PESONA JOGJAKARTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PESONA JOGJAKARTA. Tampilkan semua postingan

14/06/12

PARIS VAN DJOKDJA

Paris van Djokdja

Ternyata tak sedikit daerah di Yogyakarta yang memiliki nama sama dengan daerah atau kota lain di dalam dan luar negeri. Seluruhnya adalah hasil proses penamaan yang cukup unik, bisa didasarkan pada sesuatu yang menonjol di daerah tertentu sehingga secara kebetulan sama dengan daerah lain, bisa pula dilakukan oleh generasi muda Yogyakarta dengan menyingkat nama sebenarnya sehingga menjadi semacam nama gaul.

Sebut saja dusun Bandung, daerah di Playen, Kabupaten Gunung Kidul yang bernama sama dengan Bandung, ibu kota Propinsi Jawa Barat. Dusun itu dinamai berdasarkan adanya sebuah pemandian bernama Sendang Bandung yang konon airnya dibawa dari Laut Selatan oleh Nyai Andansari. Di sana, anda tak akan menemukan peyem (ketela utuh yang diragi menjadi tape) seperti di kota Bandung, namun di waktu tertentu akan menjumpai serabi kocor (makanan dari tepung beras berkuah air gula jawa).

Ada lagi daerah Kuningan yang terletak dekat dengan Jalan Colombo, sebelah timur Bunderan Universitas Gadjah Mada. Daerah itu unik, karena tidak saja memiliki kesamaan nama dengan kota Kuningan di Jawa Barat, tetapi juga banyak didiami oleh orang-orang dari kota bernama sama tersebut. Umumnya, orang-orang Kuningan Jawa Barat yang tinggal di Kuningan Yogyakarta membuka warung burjo (bubur kacang ijo) yang menjadi langganan mahasiswa kos-kosan di kota pelajar ini.

Masih ada Depok, sebuah daerah di sekitar ring road timur Yogyakarta yang namanya sama dengan Kotamadya Depok, daerah di sebelah timur Jakarta. Keduanya sama-sama menjadi kompleks kampus. Jika Depok sebelah Jakarta menjadi kompleks kampus Universitas Indonesia dan Gunadarma, maka Depok di Yogyakarta menjadi kompleks kampus Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Proklamasi 45 dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Bila berbicara nama gaul suatu daerah yang lahir dari penyingkatan nama sebenarnya, maka yang paling terkenal adalah Paris. Bukan menunjuk pada Paris ibu kota Perancis yang menjadi kiblat mode dunia, tetapi Paris yang merupakan singkatan Parangtritis, pantai di selatan Yogyakarta yang terkenal dengan ombaknya yang besar. Paris Yogyakarta menawarkan pemandangan laut yang indah serta kenikmatan menyusuri pantai dengan menunggang kuda, pengalaman yang tak kalah menarik dengan memandang menara Eiffel.

Daerah lain yang dinamai dengan proses serupa menurut data YogYES adalah Pasar Kembang yang sering juga disebut Pakistan, singkatan dari Pasar Kidul Stasiun sebab berada di sebelah selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. Daerah bernama sama dengan sebuah negara di sebelah barat India itu menawarkan penginapan dengan harga terjangkau dan gang sempit yang siap menggoda iman setiap lelaki yang melewatinya. Anda pun bisa langsung menuju Malioboro dan Sosrowijayan untuk memulai petualangan wisata yang lain dari daerah ini.

Bila mengelilingi Yogyakarta, anda mungkin akan menemukan beberapa daerah dengan nama yang sama. Jetis misalnya, tak hanya ada di utara Tugu tetapi juga ada di Kabupaten Bantul. Sementara Pathuk bukan hanya tempat penjualan bakpia, tetapi juga sebuah bukit di Jalan Wonosari. Bagaimana, penasaran untuk mengelilingi semua daerah itu? Tentu anda akan menemukan banyak hal menarik jika sampai di sana.

11/06/12

PESONA JOGYAKARTA

Jogjakarta menjadi incaran banyak wisatawan domestic. Tidak salah memang memilih kota ini karena tidak dapat dipungkiri kota ini menyajikan banyak pesona bagi pelancong. Tapi berwisata ke Jogja tak melulu bicara soal kotanya , daerah istimewa yang sedang ramai dibicarakan di pemerintahan ini punya daya tarik wisata tematik . Kita telusuri kemana saja kita akan pergi yuk!

Nostalgia Jogja
**Malioboro, Bernostalgia di Surga Cinderamata
**Menyusuri jalanan sepanjang satu kilometer tentunya akan sangat melelahkan, tapi cerita kenangan dari bangunan tua dan taburan cinderamata akan mengobatinya.
**Kotagede, Menikmati Pesona Kota Tua
**Menyisihkan sedikit waktu menghampiri sebuah kota tua peninggalan Kerajaan Mataram Kuno sambil berburu kerajinan perak dan menikmati kelezatan Sate Karang.
**Kasongan, Memburu Keramik di Pemukiman Kundi
**Melihat lebih dekat pembuatan kerajinan keramik yang telah diwariskan turun-temurun sambil memburu koleksi-koleksi indah hasil keahlian tangan.

Jejak-Jejak Perjuangan
**Sasana Wiratama, Mengenang Perjuangan Pangeran Diponegoro
**Berdarah Ningrat, keturunan langsung Raja Yogyakarta, tetapi lebih memilih hidup bersahaja bersama rakyat jelata. Pangeran Diponegoro merupakan salah satu pejuang yang ditakuti penjajah Belanda.
**Museum Sasmitaloka, Mengunjungi Kediaman Sang Guru
**Berjiwa kebapakan, teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa. Dialah Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik Indonesia.
**Monumen Yogya Kembali, Jejak Peristiwa Enam Jam di Yogyakarta
**Dalam enam jam pasukan Belanda kocar-kacir. Sebuah serangan yang menjadi awal kembalinya kedaulatan Republik Indonesia.

Pijar-Pijar Budaya Yogyakarta
**Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Kesepuluh Yogyakarta
**Mataram Yogyakarta merupakan salah satu penerus Kerajaan Islam Mataram Kotagede. Dalam arus modernisasi, Sultan berusaha memberikan sentuhan-sentuhan modernitas yang bersanding dengan budaya leluhur.
**Labuhan Alit, Rangkaian Peringatan Bertahtanya Sultan
**Sultan yang masih terus dapat bertahta dan memimpin menjadi suatu anugerah. Untuk mensyukuri tetap berjalannya Kerajaan Mataram, prosesi labuhan alit digelar setiap tahun.
**Kraton Yogyakarta, Pusat Jagad Raya
**Terletak di tengah poros utama yang membujur dari utara ke selatan, serta poros sekunder dari timur ke barat. Dikelilingi barisan pegunungan yang disebut Cakrawala sebagai tepian jagad.
Hijaunya Yogyakarta
**Kaliurang, Plesir ala Nyonya dan Meneer
**Menikmati pesona alam di ujung utara Yogyakarta. Bersentuhan dengan udara sejuk dan meresapi suasana romantis ala nyonya dan meneer Belanda tempo doeloe di Kaliurang yang terletak di kaki Gunung Merapi.
**Agrowisata Turi, Menikmati Salak Pondoh di Taman Buah
**Menikmati hamparan petak-petak kebun salak pondoh di Agrowisata Turi sambil memetik sendiri buahnya di dalam kebun untuk dinikmati, memberi sensasi berbeda dari tempat wisata biasanya.
**Wanagama, Oase di Perbukitan Kapur
**Kembali ke alam, mendengar kicauan burung atau melihat rusa yang bersantai di padang rumput di Hutan Wanagama yang menjadi oase di perbukitan kapur, mampu menghadirkan kedamaian di dalam hati.
Birunya Pantai Yogyakarta
Kami mengajak anda ke Gunung Kidul, wilayah di daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki pantai-pantai yang belum menggaung namanya namun menyimpan keeksotikan yang luar biasa.
**Pantai Ngobaran, dari Pura hingga Landak Laut Goreng
**Pantai Ngobaran ternyata kaya pesona budaya. Mulai dari pura, masjid yang menghadap ke selatan, hingga potensi kuliner terpendam yaitu landak laut goreng.
**Pantai Sundak, Perkelahian Asu dan Landak yang Menuai Berkah
**Bukan cuma ombak saja yang bisa dinikmati ketika ke pantai, tetapi juga bukti sejarah dan berkah yang ada. Misalnya gua karang yang menjadi tempat perkelahian asu (anjing) dan landak.
**Sepanjang, si Pantai Kuta Tempo Doeloe
**Tak harus mahal-mahal ke Pantai Kuta di Bali kalau hanya ingin berjemur. Ke Pantai Sepanjang saja sudah bisa berjemur namun dengan suasana yang lebih asri.
Mahakarya dari Abad ke-9
**Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9
**Borobudur adalah candi Budha terbesar di abad ke-9 yang berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur selesai dibangun berabad-abad sebelum Angkor Wat di Kamboja.
**Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia
**Candi Prambanan adalah mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-10. Bangunannya yang langsing dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi.
**Istana Ratu Boko, Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian
**Istana Ratu Boko adalah kompleks istana megah yang dibangun pada abad ke-8. Bangunan yang bisa dikatakan termegah di jamannya itu dibangun oleh salah satu kerabat pendiri Borobudur.

Jejak Islam di Bumi Mataram
Yogyakarta pada masa lampau tidak hanya menjadi salah satu pusat peradaban Hindu Budha, tetapi juga peradaban yang yang berkembang selanjutnya di Jawa, yaitu Islam. Tak heran bila di Yogyakarta juga banyak ditemukan produk kebudayaan Islam, seperti tempat ibadah berupa masjid, tempat pendidikan berupa pesantren, dan kampung-kampung yang lekat dengan nuansa Islam.
**Dusun Mlangi, Wisata Religius Islami
**Kampung Mlangi akan menyapa ketika anda haus kebutuhan spritual lewat masjid yang berusia ratusan tahun hingga pesantren yang legendaris.
**Kampung Kauman, Pesona Perjuangan Islam
**Kampung Kauman yang kecil ternyata menyimpan pesona yang besar. Mulai dari perpustakaan Mabulir yang merakyat hingga Masjid Agung seluas 13.000 m2. Pesonanya telah melahirkan sejumlah tokoh Islam terpandang di Indonesia.
**Masjid Kotagede, Masjid Tertua di Yogyakarta Masjid Kotagede yang usianya lebih tua dibanding Masjid Agung Kauman memiliki perangkat unik berupa mimbar khotbah dengan ukiran indah, bedug yang usianya sudah ratusan tahun, serta tembok berperekat air aren.